top of page

Unmeldung ke München!

  • 15 Jan
  • 3 menit membaca

München atau Munich, bukan hanya kota terbesar ketiga di Jerman, tapi juga kota paling nyaman untuk pejalan kaki sedunia. Bayangkan saja: jalanannya cantik, dipenuhi museum seni dan sejarah, dengan gedung-gedung tua yang sudah berabad-abad tapi masih berdiri dengan gagah. Kota ini juga terkenal dengan Oktoberfest, bir lokal di Hofbräuhaus sejak tahun 1589, dan lonceng glockenspiel di Marienplatz yang selalu menarik wisatawan.


Tapi di benakku, kota München lebih identik dengan kata... mahal! 😭


Diterima Kerja di München

Awal perpindahan ini terjadi gara-gara aku diterima di salah satu perusahaan raksasa di Eropa. HAHAHA... Bangga banget asli, tapi enggak mau sebut nama, karena enggak mau bikin masalah. Urusan privacy di sini benar-benar dijaga gila-gilaan, so I will respect that.


Sejak aku dapat email diterima kerja, aku langsung buru-buru cari kos di WG-gesucht.de website kesayangan para warga di sini. Aku udah tau, bahwa pencarian ini pasti harus dilakukan 2-3 bulan sebelum pindah, khususnya kaum 'hidup mepet' seperti diriku.


Sudah dari awal aku berikrar bahwa budget kos / WG aku mentok di 500€ per bulan. Nah, kabar buruknya, harga kosan di München itu dimulai dari 500€ per bulan! 😂😂😂 Menangis enggak tuh? Bener-bener susah banget aku filter kamar yang 500€, soalnya ada yang aturannya aneh-aneh kayak mesti vegan lah, harus cabut di akhir pekan lah, serumah sama kakek-kakek lah, jago masak lah, beuh... pokoknya kocak bet deh.


Bulan pertama pencarian, aku enggak berhasil menemukan yang aku suka. Tapi ada beberapa kos 600€ yang oke, jadi tetep aku chat landlord-nya buat jaga-jaga. Bulan kedua pencarian, cuma ada satu orang yang balas chat aku dan dia bilang aku harus start sewa bulan Juli, sementara aku pengennya start di September. Akhirnya hilang tuh kamar, dan aku pun lanjut mencari lagi dalam keadaan sudah desperate. Aku chat SEMUA ORANG! Siapapun deh: mau 500 kek, 600 kek, whatever.


Tiba-tiba, seperti mukjizat, muncul iklan baru yang menawarkan kamar 405€. By the way, aku ngecek WG-gesucht itu hampir setiap hari, dan pastinya setiap minggu. Jadi aku 'awas' banget kalau ada iklan baru. Ini sekadar tips juga buat yang sama-sama cari kos murah, cek lah website-nya minimal banget setiap minggu!


Karena begitu aku ketemu iklan semurah itu, aku udah ga pakai mikir lagi. Langsung copy-paste template chat aku dan minta Termin untuk cek lokasi. Beruntung, gayung bersambut, kata berjawab, chat aku dibalas oleh si landlord dan aku diundang mengecek kosannya di awal bulan Juli.


Drama Kos Murah

Kosan 405€ per bulan sudah termasuk biaya listrik, air dan gas pemanas. Bahkan kamarnya full furnished! Sudah ada kasur single, meja, kursi dan lemari baju seadanya. Cukup banget buat mahasiswa.


Tapi yang namanya 'kosan murah', pasti ada alasan kenapa dia murah dong???

Well, ternyata kosan ini murah karena:

  1. Lokasinya 45 menit naik bus dari tengah kota Munich. Jadi cukup jauh ya gengs.

  2. Rumahnya udah tua. Ciri khas rumah tua tuh: kayu berderit, pipa lemah, tembok tipis, suara bocor dan tidak efisien energi.

  3. Ukuran kamar cuma 8m2. Buat orang Indonesia mungkin wajar, tapi buat kosan di Jerman ini terasa sangat kecil!


Berhubung aku mahasiswa misqueen yang tidak punya banyak pilihan, ya 3 faktor murah tadi enggak jadi masalah. Beggars cannot be choosers! Aku langsung bilang ke vermieter (penyewa) bahwa aku sangat tertarik dan mau segera booking. Tapi vermieter-nya bilang dia mau pilih-pilih dulu, soalnya yang dia sewakan itu 5 kamar di lantai 2, sementara dia bakal tinggal di lantai 1. Jadi dia enggak mau asal pilih orang. Dia pengen penghuni lantai 2 ini diisi anak-anak baik yang akur dan tenang, karena doi juga butuh ketenangan di bawah.


Okelah, aku tunggu kabar dia. Sekitar bulan Juli akhirnya dikabarin bahwa aku terpilih untuk isi kamar mungil tersebut, dan aku bakal tinggal bareng 4 perempuan lainnya. Ada satu dari Indonesia pula! (Seneng banget aku tuh bisa sekosan sama sesama Indonesia.)



Hari-hari kami tinggal bareng pun dimulai sejak September 2026, berbarengan dengan dimulainya jadwal kerjaku di pinggir kota Munich. Mungkin sekian dulu ceritanya. Postingan ini sebenarnya sudah kutulis sejak berbulan-bulan yang lalu. Cuman karena banyaknya drama di kosan, jadi ter-pending lama banget.


Yup, you read it right. Ada banyak drama di kosan. Meskipun enggak buruk-buruk amat ya. Ending-nya sih terselesaikan dengan baik dan kami hidup dengan rukun dan damai. Cuma tetep aja namanya tinggal bareng sama berbagai orang dari belahan dunia kan... adaa ajaaa ceritanya. Ya mungkin suatu hari nanti akan kuceritakan, atau mungkin tidak usah. Soalnya aku juga enggak pengen yang bersangkutan tahu bahwa dirinya kuomongin di sini.

2 Komentar


Dedi
17 Jan

ditunggu cerita2nya kak. aku nge-save website kakak karena ngeliat yg bagian appostilenya, persiapan juga mau kesana hehe. goodluck ya kak, viel Erfolg

Suka
Caecilia Sherina
Caecilia Sherina
25 Jan
Membalas kepada

Heeyyyy!!! Terima kasih sudah membaca! Maap aku yg males banyak bercerita akhir2 ini. Tapi aku masih tetap bawel di Threads, let's connect over there!

Suka

Date

Let's connect on my social media!
  • Threads
  • Instagram
  • LinkedIn
  • YouTube
bottom of page